Text
Pemanfaatan Limbah Pecel Lele sebagai Bahan Pellet untuk Pakan Kucing
“Koleksi hanya dapat diakses di tempat dan tidak diperkenankan untuk dibawa pulang. Pengguna dapat menghubungi pustakawan untuk memperoleh izin akses.”
___
Saat ini banyak sekali penjual pecel lele di pinggir jalan baik siang ataupun malam, tentunya banyak limbah yang dihasilkan dari usaha tersebut. Salah satu limbah berupa sisa lele yang tidak dimakan pembeli baik berupa tulang, kepala, ataupun sisa daging. Tulang ikan mengandung banyak kandungan kalsium dalam bentuk kalsium fosfat yang jumlahnya mencapai 14% dari susunan tulang-tulangnya
Pakan kucing adalah pakan yang diberikan kepada kucing. Pakan kucing harus memiliki nutrisi yang baik untuk kucing juga terjangkau harganya. Biasanya banyak orang memelihara kucing memberi makan kucing dengan produk yang sudah jadi dan bisa dibeli di petshop. Tetapi dari segi ekonomi makanan kucing cenderung mahal. Solusi dari permasalahan ini yaitu dengan membuat sendiri pakan kucing tersebut. Pakan kucing dapat dibedakan menjadi tiga yaitu makanan kering, makanan basah, dan makanan yang dibuat sendiri.
Pembuatan pelet pakan kucing dapat mengurangi limbah pecel lele. Limbah pecel lele yang menumpuk akan menimbulkan pencemaran.
Walaupun limbah pecel lelel dapat terurai, tetapi masih jarang orang yang memanfaatkan limbah pecel lele. Pembuatan pelet pakan kucing ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil penjualan pelet. Setiap bungkus pelet memiliki harga yang sangat terjangkau, hanya Rp1.500,00 saja per bungkus 7cmx9cm. Pelet pakan kucing ini mengandung protein yang baik untuk kucing. Pelet pakan yang paling disukai kucing adalah pelet yang mengandung tepung lele paling banyak.
Tidak tersedia versi lain