Text
Jejak Cermin Pecah
Masih mengenakan sepatu, Yuni dimasukan ke dalam kamar mandi. Mama mengguyur tubuh Yuni berkali-kali ditimpali dengan omelan yang tak henti-henti. Tiba-tiba saja telinga Yuni terasa tertutup sesuatu. Yuni tak bisa mendengar ucapan mama. Hanya sayup angin dan deburan air yang menerpa tubuhnya. Pertahanan Yuni mulai goyah, kaki tak kuasa lagi menopang tubuh. Yuni bersandar pada dinding kamar mandi, tubuhnya berangsur jatuh. Yuni terduduk, membenampkan kepala di atas paha dengan kaki yang terlipat. Memeluk erat kedua kaki sembari memohon ampun. Namun, tetap saja mama mengguyur dengan kasar.
"Ampun ma.. ampun.." tangis Yuni tak dihiraukan mama, seperti melampiaskan sesuatu yang selama ini terpendam. Entah apa yang terjadi sebenarnya pada mama, kenapa mama terlihat begitu menikmati apa yang dilakukannya. Jeritan suara Yuni meminta ampun sama sekali tidak digubrisnya. Guyuran kasar mama menerpa tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan. Saat itu hanya satu keinginan Yuni, pergi menyusul kakek di surga
Tidak tersedia versi lain