Text
Mengungkap Rahasia Bull Market Terhebat Sepanjang Sejarah: Mengapa Bull Market Hebat Selalu Tercipta Menjelang Berakhirnya Krisis Hebat di Amerika Serikat?
bibliografis hlm. 177
___
Saya pertama kali berkenalan dengan dunia saham pada tahun 2003, dan saat itu adalah salah satu zaman keemasan Bursa Efek Indonesia. Beli saham apa saja di tahun itu untung. Ternyata tahun 2003 adalah awal dimulainya Secular Bull Market pertama di Bursa Efek Indonesia. Hingga tahun 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan hingga 578,56%.
Memasuki tahun 2008, situasi berbalik. IHSG mengalami koreksi sebesar 61,6%. Penyebabnya adalah krisis Subprime Mortage di Amerika Serikat. Guna menanggulangi krisi ini, Bank Sentral AS, The Fed, menggelontorkan Quantitative Easing sebesar 4.5 triliun US Dollar. Akibatnya, sejak tahun 2009, Bursa Saham Amerika pun mulai pulih. Dan sejalan dengan pulihnya Bursa Saham Amerika, IHSG juga bergerak naik. Tahun 2009 menjadi titik awal zaman keemasan IHSG yang kedua.
Kini di tahun 2020, dunia mengalami pandemi global Covid-19, Bank Sentral AS, The Fed kembali menggelontorkan likuiditas secara masif, Quantitaive Easing tanpa batas. Apakah ada pengaruh likuidtas yang diciptakan The Fed terhadap pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia?
Dalam buku ini saya mencoba melakukan Analisis Intermarket, yang merupakan salah satu cabang Analisis Teknikal yang meneliti berbagai pengaruh likuiditas US Dollar terhadap potensi Secular Bull Market di IHSG.
Tidak tersedia versi lain