Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkut aku, adikku, dan Ibu darı kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar pera…
Setelah kepergianmu, tidak ada yang cukup mudah untuk dikatakan baik-baik saja. Menerima kehilangan bukanlah hal yang sederhana. Kamu yang biasa ada, kini tidak lagi tinggal dan menjadi teman di kala sepi menerpa. Meski di luar sana banyak yang terus membujukku untuk melupakan bayangan masa lalu, tetapi bisakah? Hanya itu pertanyaan yang selalu terngiang di kepalaku.